Bagian 5 - Dimensi Gelap Terang - 130 Ilustrasi Rohani
Bagian 5 - Dimensi Gelap Terang
Banyak orang zaman dulu mengajurkan: Kalau memotret jangan menghadap ke matahari, supaya bisa menghasilkan gambar yang baik. Tetapi sekarang, sesuai kemajuan teknologi fotografi, malah dianjurkan sebaliknya. Kalau ingin menghasilkan gambar-gambar yang lebih baik, justru memotretnya harus menghadap matahari, atau sumber cahaya lainnya. Artinya, jika matahari berada di timur memotretnya dengan menghadap ke timur. Jika matahari berada di barat, menghadaplah ke barat.
Teknik seperti ini disebut sebagai teknik pemotretan dengan pencahayaan dari arah belakang (back-lighting). Dengan teknik ini kita akan memperoleh gambar yang berbeda, yakni obyek foto kita dikelilingi cahaya tepi (rim-light). Dengan cara demikian itu dapat memperindah gambar. Ada dimensi gelap dan terang yang lebih semarak.
Ilustrasi tersebut menggambarkan : jika pandangan hidup kita ini diarahkan kepada kemuliaan Allah, maka kita dapat melihat dimensi gelap-terangnya. Yaitu antara dosa dan kesucian, serta antara kelemahan manusia dan kemahakuasaan Allah. Dan yang lebih mempesonakan: walupun manusia berdosa, jika ia berada di bawah sinar kemuliaan Allah, ia akan tampil beda dan mewarisi kemulian-Nya.
Ilustrasi tersebut menggambarkan : jika pandangan hidup kita ini diarahkan kepada kemuliaan Allah, maka kita dapat melihat dimensi gelap-terangnya. Yaitu antara dosa dan kesucian, serta antara kelemahan manusia dan kemahakuasaan Allah. Dan yang lebih mempesonakan: walupun manusia berdosa, jika ia berada di bawah sinar kemuliaan Allah, ia akan tampil beda dan mewarisi kemulian-Nya.
Referensi Ayat Alkitab:
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." - 2 Korintus 5:17
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru, yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." - 2 Korintus 5:17

Comments
Post a Comment