Posts

Showing posts from September, 2018

Bagian 35 - Semen Di Halaman Rumah Kita - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 35 - Semen Di Halaman Rumah Kita Semalaman hujan turun begitu lebat. Sampai-sampai udara menjadi sangat dingin. Akan tetapi, keesokan harinya, air hujan itu sudah tidak kelihatan; tidak seperti baru hujan. Hujan semalam seolah-olah seperti mimpi belaka, yang kemudian hilang gambarnya di keesokan harinya. Mengapa demikian? Karena hampir semua halaman rumah maupun jalan-jalan sudah banyak diplester semen. Tidak seperti dulu, banyak tanah yang dibiarkan terbuka. Akibat dari plesteran semen itu, air hujan yang berharga itu terbuang ke selokan. Lalu air itu mengalir ke sungai dan hilang. Tak banyak yang terserap ke dalam tanah. Permukaan tanah mengalami kekeringan. Permukaan tanah sudah menjadi keras karena plesteran semen itu. Jika hati kita sama kerasnya dengan tanah bersemen, tentu berkat-berkat Allahpun tak dapat tertampung. Itu sebabnya, Allah ingin agar kita menghancurkan plesteran semen yang menutupi permukaan hati kita. Dengan demikian, berkat-berkat Allah bisa ...

Bagian 34 - Belajar Mengendarai Naluri - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 34 - Belajar Mengendarai Naluri Berkendaraan pada dasarnya upaya menikmati naluri. Betapa tidak! Pada awal budaya berkendaraan, kita dikenalkan dengan sepeda. Bersepeda sangat memerlukan keseimbangan antara gerak kaki, gerak tangan, mata dan pikiran. Kaki bergerak untuk mengayuh. Tangan bergerak untuk menenukan arah. Mata bertugas untuk mengawasi. Sedangkan pikiran bertugas untuk memberikan perintah kepada kaki, tangan, atau mata. Setelah fase itu terlewati, orang dikenalkan pada kendaraan sepeda motor. Keterampilan dalam keseimbangan diiperoleh dengan pengendalian kecepatan. Pada dasarnya, sepeda motor dan sepeda kayuh hanya berbeda dalam pengendalian kecepatan. Jelaslah bahwa kecepatan berkendaraan lebih banyak ditentukan oleh naluri di dalam batin seseorang, Demikian juga jika seseorang mengendarai mobil atau jenis kendaraan lainnya, Naluri akan benar-benar dirasakan jika sedang mengendarai kendaraan. Jika perasaan seseorang dalam keadaan tenang, maka ia akan me...

Bagian 33 - Musim-Musim Mangga - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 33 - Musim-Musim Mangga Konon, musim buah yang paling lama adalah musim buah mangga. Jika sedang musim mangga, buah mangga akan memenuhi pasaran buah. Mengapa? Karena ada sebagian yang berbuahnya lebih awal. Namun ada sebagian yang berbuahnya agak lambat. Jadi, sebagian ada yang sudah masak, tetapi ada juga yang masih mentah dan kecil-kecil. Ternyata masing-masing berbuah menurut waktunya. Jadi, harus dipanen menurut waktunya juga. Kalau dipanen belum waktunya, tentu buah itu banyak yang masih masam -- tidak manis. Segala sesuatu yang ada di muka bumi itu selalu ada waktunya. Jadi, kita tidak bisa melawan perjalanan sang kala itu. Waktu memang disediakan untuk memasakkan segala perencanaan dan skenario kehidupan. Referensi Ayat Alkitab: "Untuk segala sesuatu ada masanya. Untuk apa pun di bawah langit ada waktunya." - Pengkotbah 3:1 

Bagian 32 - Mangga Kesabaran - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 32 - Mangga Kesabaran Dua puluh lima tahun yang lampau, jika saya makan mangga, saya lebih suka mengerogotinya daripada mengupasnya dengan pisau. Mengapa? Karena serat-serat buah mangga yang sudah tua itu menambah cita rasa di mulut kekanak-kanakan saya. Apalagi jika sampai belepotan. Asyik! Tetapi sekarang rasanya sulit sekali mendapatkan mangga yang benar-benar tua seperti dulu. Mengapa? Sekarang banyak orang ingin segera mendapatkan hasil dari pekerjaannya. Banyak orang yang ingin segera mendapatkan keuntungan. Banyak cara yang mereka tempuh untuk mendapatkan keinginannya itu. Salah satu cara itu ialah memunguti buah mangga yang belum cukup tua. Setelah itu diperam supaya cepat matang. Maka hasilnya pun hanya matang di kulitnya, tetapi rasanya tetap masam. Rupanya kata kesabaran mulai aus dari kamus kepribadian masa kini. Kenyataan itu sangat disayangkan, karena kesabaran adalah sebagian dari kemenangan.  Banyak orang diselamatkan dari suatu keselamatan ...

Bagian 31 - Buku-Buku Milik Kita - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 31 - Buku-Buku Milik Kita Berapa banyak buku yang Anda miliki? Secara umum keadaan buku-buku itu sama saja. Yakni terbuat dari lembaran-lembaran kertas yang dijilid menjadi satu. Begitulah buku! Tetapi secara lebih mendalam, yang disebut buku itu menyangkut isinya. Jika jilidan kertas itu kosong, tidak bertuliskan apa-apa, rasanya belum sempurna disebut buku -- hanya sebagai sejilid kertas. Dari isinyalah suatu buku dapat dihargai orang. HIdup kita ini pun sama seperti buku. Sepanjang hari, kita menulis berbagai perbuatan kita. Semua itu layak disimpan, dikenang, dipelajari, atau diteladani. Dan semua itu perlu kita baca lagi. Jika tulisan hasil perbuatan kita menyangkut hal-hal yang positif, perlu kita perbuat lagi. Namun jika menyangkut hal-hal yang negatif, perlu dijadikan peringatan agar perbuatan itu tidak diulang lagi. Bagaimana dengan catatan kehidupan kita hari ini? Apakah berisi sesuatu yang sesuai dengan kehendak Tuhan? Mungkin hanya berupa ketabahan d...

Bagian 30 - Nama Lama & Baru - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 30 - Nama Lama & Baru Pak Suripto adalah seorang gembala sidang. Suatu hari, listrik di gerejanya mengalami gangguan.Karena tidak ada orang yang dimintai tolong, maka ia pergi sendiri ke Kantor dinas Gangguan PLN. Ia melaporkan kejadiannya. Banyak orang yang antre di tempat itu. Mereka dilayani petugas seorang demi seorang. Tetapi rupanya ada seseorang yang lalai, petugas berulang kali memanggil, tetapi tidak ada orang yang datang. Maka untuk yang kesekian kalinya kartu laporan orang itu ditumpuk lagi. Herannya, menjelang akhir antrean, nama Suripto belum dipanggil juga. Malah petugas memanggil orang yang tadi sudah dipanggil beberapa kali, namun orangnya tidak ada. " Tuan Oei Tek Biauw....Oei Tek Biauw.. " , panggil petugas kantor PLN. Pak Suripto menengok ke kiri, ke kanan, dan ke belakang: tak ada orang lain selain dia. Maka ia pun bertanya: kapan kartu saya dilayani? Ternyata Tuan Oei ek Biauw yang dipanggil-panggil oleh petugas sejak ...

Bagian 29 - Salah Kira - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 29 - Salah Kira Djumadi pernah mendapat omelan dari kawannya yang baru sakit, yang dirawat di ruang Unit Gawat Darurat. Kenapa? Beginilah kisahnya. Suatu hari, Djumadi akan menengok kawannya di rumah sakit karena tabrakan. Kawannya itu masuk ke ruang unit Gawat Darurat. Pakaian hijau yang khusus dikenakan jika memasuki ruangan itu, sudah dipakainya. Satu per satu wajah pasien dalam ruangan itu diperiksanya. Tetapi Djumadi tidak menemukan temannya itu. Suasana ruangan itu memang sangat menyedihkan. Djumadi melihat ada seorang pasien paling ujung yang mengedangkan tangannya (mengulurkan lurus-lurus). Wah dia pasti penderita yang susah banget, pikir Djumadi. Dengan perasaan ngeri dan merinding, ditinggalkannya ruangan itu. Akan tetapi, ketika temannya itu sudah sembuh Djumadi mendapat omelan darinya. Djumadi membela diri. "Sungguh, aku tidak lihat kamu di ruang itu," kilahnya. "Bukankah aku sudah melambaikan tangan!" kata temannya yang bar...

Bagian 28 - Shot-Shot Yang Ekspresif - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 28 - Shot-Shot Yang Ekspresif Perhatikan. Dalam setiap adegan penting dalam tayangan film, selalu kita dapati shots (bagian yang diulang). Hal itu dilakukan untuk memberikan tekanan yang dapat menguatkan ekspresi dari adegan tersebut. Misalnya, adegan seseorang yang sedang menolong salah seorang korban. Yang perlu ditayangkan, bukan hanya cara orang itu memeluk korban dengan hati-hati. Tetapi perlu menayangkan ekspresi orang itu secara rinci pada saat memeluk korban. Dalam perfilman adegan semacam itu disebut penayangan close-up . Pengambilan gambar dalam adegan itu memang hanya memerlukan waktu kurang dari 5 detik. Akan tetapi membutuhkan waktu yang lama karena pengambilan gambarnya harus diulang-ulang. Biasanya sampai tiga atau empat kali. Jelaslah bahwa shots yang ekspresif merupakan kekuatan dari adegan yang bersangkutan. Hal itu dilakukan untuk mendukung keseluruhan cerita. Dan ketika adegan itu ditampilkan secara utuh, pengambilan gambar yang dilakukan be...

Bagian 27 - Burung-Burung yang Membeo - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 27 - Burung-Burung yang Membeo Di rumah, kami punya burung Nori yang dapat memanggil nama anak kami, "Didiiiitttt....... Didiiiitttt....!!! " Ia pun dapat juga menirukan suara orang batuk. Bahkan batuk rejan sekalipun. Selain Burung Nori, kami pun punya Burung Beo. Dan Burung itu pun sering menirukan kata-kata manusia, seperti kata :   kulanuwun, bagong, kok tidak setoran piye, sampai kujitak lho! Kedua Burung itu memang bisa menirukan bahasa manusia. Tapi mereka tak pernah mengerti jika diajak berbicara oleh manusia. Mengapa? Karena kepandaian burung itu tidak lebih dari menirukan bunyi saja. Bukan kepandaian untuk memahami makna bahasa. Kapasitas intelegensinya tidak cukup untuk memahami bahasa manusia. Ada orang-orang Kristen yang bertipe demikian. Mereka hanya mampu menghafalkan ayat-ayat Alkitab, tetapi mereka tidak mampu mempratekkan dalam kehidupannya. Orang Kristen Beo seperti itu harus dibangkitkan rohaninya. Ia harus memperbarui pertobatann...

Bagian 26 - Dunia Milik Pemberani - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 26 - Dunia Milik Pemberani Dunia adalah milik para pemberani. Bagaimana tidak? Jika bukan karena Columbus yang berani mengarungi lautan luas, Benua Amerika tidak dikuasai orang Erosa sampai kini, Jika bukan Marcopolo membuat debutnay di negeri Cina, maka tidak myngkin ada orang Eropa yang pernah menduduki jabatan Gubernur di Negeri Kulit Kuning itu. Jika bukan karena keberanian R. A . Kartini yang menentang adat pingitan, mungkin wanita Indonesia masih terkungkung adat lama. Jika bukan karena keberanian Soekarno dan Mohammad Hatta, mungkin negeri Indonesia sampai sekarang belum merdeka. Jika bukan ........................................................ dan seterusnya! Dunia adalah milik para pemberani! Bagaimana dengan keberanian orang-orang Kristen? Jika orang Kristen ingin tampil sebagai pemenang, ia harus berani mengatakan "Ya". untuk hal-hal yang diperkenan Allah, dan "tidak" untuk hal-hal yang tidak diperkenan Allah. Ingatlah bahwa Al...

Bagian 25 - Anak Yang Manis - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 25 - Anak Yang Manis Saya menyukai anak saya bukan karena ia darah daging saya. Saya menyukai karena ia tahu, apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dilakukannya. Setiap kali ia minta uang kepada saya, ia selalu saya suruh ambil sendiri. Baik dari saku baju, celana, atau dari dompet saya. Ia selalu mengambil sebanyak yang ia butuhkan. Tidak lebih. Dan kalau uang yang diambilnya itu sisa, uang itu pasti dikembalikan lagi kepada saya. Itu sebabnya, ia selalu saya percayai. Allah juga memperlakukan kita demikian. Ia senang jika kta bisa dipercayai. Ia senang jika kita dapat menggunakan berkat-berkat yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita., sesuai dengan kebutuhan kita. Tidak secara berlebihan sehingga dapat menimbulkan keserakahan. Allah pun senang jika kita menggunakan tubuh kita sesuai dengan kapasitas tubuj kita. Janganlah kita membiarkan tubuh kita menderita, karena terlalu kita paksakan untuk memenuhi keinginan kita. Tubuh kita adalah tempat tinggal Allah - ...

Bagian 24 - Pulangkan Saja Ke Orang Tuanya - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 24 - Pulangkan Saja Ke Orang Tuanya Kalau Anda ingin nguping pembicaraan para sekularis, sering-seringlah Anda makan di warung pinggir jalan. Pembicaraan mereka memang tidak kristiani. Tetapi pembicaraan mereka dapat digunakan sebagai pembanding dengan kehidupan kita. Teori itu pernah saya pratikkan. Suatu pagi seorang penjual semangka berkata dengan bangga kepada seorang kawannya. Ia menceritakan pertengkaran dengan istrinya, yang baru dua bulan dikawininya. "Ternyata semua perempuan itu sama. Kalau lagi ngidam jadi pemalas." kata penjual semangka itu. "Diperintah ini tidak mau. Diperintah itu juga tidak mau." Saking keselnya , istriku ku-betharia sonata-kan, "Pulangkan saja ke rumah orang tuanya". "Dan kemudian?" tanya kawan yang didongengi. "Kususl lagi...Hehehehe..." jawab si penjual semangka menahan rasa gelinya sendiri. "Habis, dingin sih.." Ternyata hidup di luar Kristus itu sama seperti mai...

Bagian 23 - Balada Murid dan Guru - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 23 - Balada Murid Dan Guru Pada masa pra-kebangkitan Nasional (Boedi Oetomo), banyak guru mencari murid. Maksud para guru itu supaya anak-anak menjadi pintar. Mereka ingin membekali supaya anak-anak dapat menyongsong hari esok yang lebih baik. Tetapi sekarang kebalikannya -- muridlah yang mencari guru. Mereka bukan ingin menuntut ilmu. Mereka hanya mengizinkan ijazah. Dan ijazah mereka disebut ijazah aspal (asli tapi palsu). Akibatnya, setelah mereka dinyatakan lulus mereka tidak mampu mengerjakan apa-apa. Jika hal seperti itu terjadi pada sekolah rohani, tentu Allah kecewa. Banyak orang Kristen tampak tekun beribadah, rajin mengikuti kegiatan, tetapi hati dan iman mereka hampa. Akibatnya, mereka juga tidak menghasilkan buah. Mereka sama seperti kasus tadi : mereka mempunyai ijazah aspal. Asli tetapi palsu. Asli: dikenal sebagai orang yang rajin ke gereja. Tetapi palsu: karena tidak menghasilkan buah dan pertobatan. Referensi Ayat Alkitab: "Aku...

Bagian 22 - Suara Burung Semakin Mahal - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 22 - Suara Burung Semakin Mahal Tiga puluh tahun yang lalu, kita dapat mendengar kicauan burung yang merdu di mana-mana. Di rumah-rumah, di pematang sawah, apalagi di hutan. Di mana-mana dapat menjadi tempat hidup para burung dengan bebas. Tetapi sekarang tidak lagi. Banyaknya burung membuat seolah-olah burung itu tidak berharga. Namun sekarang tidaklah demikian. Banyak orang yang sengaja mencari burung dan akan membelinya dengan harga yang mahal. Ternyata banyak orang mulai menghargai nilai kicauan burung yang alami. Kicauan itu tidak dapat ditirukan.persis oleh kecanggihan teknologi. Maka semakin langka seekor burung, ia semakin dicari banyak orang. Syukurlah bahwa masa itu belum terlalu terlambat. Banyak burung yang sampai saat ini dilestarikan. Banyak burung yang dilindungi oleh hukum negara. Hendaknya kita pun mulai rindu mendengarkan suara Tuhan. Suara itu benar-benar membawa kedamaian yang sejati.Saat ini kita belum terlambat. Tuhan masih sering memanggil kita....

Bagian 21 - Bayi yang Hidup Dari Kasih - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 21 - Bayi yang Hidup Dari Kasih Ketika kita masih bayi orang tua kita sering berbicara dengan kita melalui perasaan kasihnya. Padahal waktu itu kita belum bisa berkata apa-apa. Kata-kata orang tua kita pun sama sekali belum kita mengerti. Semua itu tidak penting bagi orang tua kita. Yang penting, waktu itu kita merasa senang. Dapat tertawa terkekeh. Dan hal itu membuat orang tua kita pun ikut senang. Mengapa? Karena di mata orang tua kita, waktu itu kita tampak sangat manis. Tidak banyak tingkah dan tidak menjengkelkan seperti ketika kita sudah lebih besar. Alangkah senangnya hati Tuhan, jika kita dapat menjadi bayi-bayi seperti itu. Kita tidak banyak tingkah dan tidak menjengkelkan. Kita pasrah sepenuhnya pada pemeliharaan Tuhan. Melalui sikap yang demikian, kita pun tampak manis di hadapan Tuhan. Referensi Ayat Alkitab: "Sesungguhnya jika kamu tidak bertobat dan menjadi seperti anak kecil ini. kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Surga" - Mati...

Bagian 20 - Berjalan di Keteduhan - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 20 - Berjalan di Keteduhan Dapatkah Anda menikmati keteduhan yang menyejukkan ketika Anda berjalan-jalan di pegunungan? Sungguh sangat mengesankan dan membuat kita ingin berjalan-jalan di pegunungan lagi. Oleh karena itulah orang kemudian berupaya menciptakan teknologi air-conditioner (AC). Penemuan itu sebagai pengganti sejuknya udara pegunungan. Rasa sejuk yang meneduhkan hati itu memang menimbulkan perasaan tenteram. Setiap orang memang sangat mendambakan ketentraman. Sayangnya, banyak orang yang merusak melalui ambisi dan hawa nasu yang berlebihan. Dengan demikian, kehidupan kita lebih banyak terisi oleh pacuan-pacuan nafsu. Waktu-waktu dalam hidup kita disita oleh perlombaan-perlombaan duniawi. Semuanya itu menyebabkan kita sakit: sakit secara jasmani maupun sakit secara rohani. Referensi Ayat Alkitab: "Mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang meneng...

Bagian 19 - Burung Hantu Yang Bukan Hantu - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 19 - Burung Hantu Yang Bukan Hantu Banyak orang yang tidak menyukai burung hantu. Mungkin alasannya sama seperti kebanyakan orang. Yakni, karena burung itu memamng mempunyai kesan yang kurang sreg di hati. Wajahnya menyeramkan. Hidupnya di tengah kegelapan malam. Dan suaranya sendu menyayat hati. Maka layaklah ia dianugerahi nama Burung Hantu. Padahal ia bukan hantu. Akan tetapi, para petani perkebunan malah menyayangi burung hantu. Oleh para petani itu, burung hantu dijadikan pemberantas hama tikus maupun tupai. Burung itu dipelihara sebagai burung yang banyak berjasa. Kehadirannya dan suara burung itu menenteramkan hati para petani. Kehadiran dan suara burung itu merupakan pertanda amannya tanah pertanian. Setiap makhluk memang dihargai dari hasil karyanya. Demikian pula dengan kita. Betapapun baiknya kita, jika kita tidak menghasilkan sesuatu yang berguna, kehadiran kita pun akan dianggap sama seperti hantu: menyusahkan dan tidak disukai orang banyak. Dan Allah t...

Bagian 18 - Burung Istri Ular - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 18 - Burung Istri Ular Percayakah Anda ada burung bersuamikan ular? Saya pernah percaya! Burung itu di daerah saya disebut brung SriLombok. Di daerah lain biasanya disebut Burung Culik-Culik. Ketika saya masih anak-anak, saya sering dibohongi dengan cerita itu. Mengapa? Setiap kali ada burung SriLombok, dapat dipastikan di sekitarnya ada ular. Maka banyak orang mengira bahwa burung Srilombok itu pacarnya ular. Padahal kenyataannya sebaliknya. Justru si ular adalah santapan harian si burung yang kenes itu. Burung culik-culik atau Srilombok yang warna bulunya tidak terlalu indah, memang dikenal tidak pernah diam. Ia selalu bergerak ke sana ke mari sambil memainkan bulu ekornya yang panjang dan selalu megar-mingkup. Ia mampu berlari sangat cepat untuk mengejar mangsanya. Dengan luwesnya pula ia sanggup berbelok sembilan puluh derajat atau lebih tanpa harus berhenti atau terjatuh. Begitu pula jika ia harus berhenti secara mendadak. Persis seperti sepeda motor atau mobil...

Bagian 17 - Lingsang yang Tangkas - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 17 - Lingsang yang Tangkas Pernahkah Anda memperhatikan kehidupan seekor lingsang di habitatnya? Binatang ini sejenis musang. Binatang ini mirip kucing, punya kemampuan adaptasi yang tinggi. Dia adalah binatang darat. Dia bernafas dengan paru-paru, namun dapat hidup dalam air. Bahkan mampu menyelam di kedalaman 30 meter tanpa kesulitan. Jika induk lingsang akan meninggalkan anaknya dalam waktu yang agak lama, ia mengikat anaknya dengan seuntai ganggang. Maksudnya supaya si anak tidak hanyut terkenda arus. Sementara itu sang induk dengan bebas memburu ikan di dasar danau. Jika kita mempunyai kemampuan adaptasi yang cukup tinggi, kita pun mampu bertahan dalam berbagai kesulitan. Sebenarnya ketidakmampuan kita sering hanya bersumber pada ketidaksiapan kita untuk beradaptasi dengan kesulitan yang ada. Kesulitan itu sendiri sebenarnya seperti air, yang datang mengelilingi kita. Jika kita tidak kuat menentang arus air itu, kita akan hanyut. Tetapi jika kita mampu berena...

Bagian 16 - Mengendalikan Pikiran - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 16 - Mengendalikan Pikiran Suatu hari Pak Gesang (pengarang lagu Bengawan Solo) ditanya wartawan. "Bagaimana sikap Bapak terhadap royalti dari lagu-lagu Bapak yang dinyanyikan di Jepang, tetapi Bapak belum mendapatkan honornya?" Dengan santai Pak Gesang menjawab, "Saya tidak mau berpikir tentang hal-hal seperti itu. Saya tidak mau menderita karena memikirkan hal itu." Jawaban Pak Gesang cukup bijak. Setiap orang memang harus dapat memprioritaskan permasalahan: harus dipukul atau harus diletakkan. Dengan demikian, kita dapat menghargai nilai-nilai hidup yang agung, yang telah Tuhan atur bagi hidup kita. Referensi ayat Alkitab: " Hati-Hatilah dan waspadalah, jangan sampai kalian serakah. Sebab Hidup manusia tidak tergantung dari kekayaannya, walaupun hartanya berlimpah-limpah. " - Lukas 12:15 (BIS).  

Bagian 15 - Uang Dengar - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 15 - Uang Dengar Kalau Anda tidak punya uang tapi punya teman makelar, lumayan. Datangi saja tempat mangkalnya! Dengarkan baik-baik ketika ia melakukan transaksi! Baik dengan pembeli maupun dengan penjual yang akan melego dagangannya. Syukur-syukur anda punya sedikit kepandaian untuk menilai barang atau menaksir harga. Dijamin deh! Walaupun Anda hanya berbicara sedikit. Anda pasti mendapatkan uang persenan. Biasanya uang persenan seperti itu dikenal sebagai uang dengar. Sesungguhnya pergaulan kita memang begitu. Kita bisa mendapatkan banyak kawan yang dapat membagikan persenan. Jika pergaulan kita positif, kita akan mendapatkan uang persenan yang positif. Tetapi sebaliknya, jika pergaulan kita tidak baik, kita pun akan mendapatkan uang dengar yang menjerumuskan. Referensi Ayat Alkitab: " Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik. Sadarlah kembali sebaik-baiknya dan jangan berbuat dosa lagi " - 1 Korintus 15:33-34a

Bagian 14 - Aksesori-Aksesori Kita - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 14 - Aksesori-Aksesori Kita Betapa indahnya suatu produk otomotif yang baru dipasarkan. Begitu Trendy dan sesuai sekali dengan segala aksesorinya. Tetapi begitu pernik-perniknya itu dipereteli (seperti kebanyakan anak muda melepasi perlengkapan sepeda motor barunya) keindahannya yang trendy itu pun lenyap. Motor atau mobil itu lalu kehilangan keindahannya. Motor atau mobil itu tampak seperti seonggok barang yang belum jadi. Mengapa? Aksesori-aksesori yang dipasang pada motor atau mobil itu telah dirancang sedemikian rupa menjadi bagian yang terpadu. Sehingga begitu aksesori-aksesori itu dilepas, lepas pulalah keterpaduan keindahan yang ada. Banyak aksesori dalam kehidupan kita yang berfungsi tidak saja sebagai pelengkap keindahan. Akan tetapi sebagai pembentuk kepribadian yang khas. Hal itu dapat membedakan kita dari orang yang lain. Misalnya: sikap, tingkah laku, cara berpikir,tutur kata, kelemah lembutan, ketabahan, kemurah-hatian, kasih, kesabaran, ketekunan, dan...

Bagian 13 - Si Kecil Kemenakan Kami - 130 Ilustrasi Rohani

Image
B agian 13 - Si Kecil Kemenakan Kami Kemenakan saya yang masih kecil, tinggal bersama-sama kami. Ia selalu menirukan apa saja yang saya perbuat.  Jika saya sedang menggambar, ia pun segera menyibukkan diri bersama saya: ikut menggunakan peralatan gambar saya. Saya membiarkan saja, asal tidak sampai membahayakan dia, atau merusak alat-alat kerja saya. Mengapa? Dengan begitu ia dapat belajar dari sesuatu yang saya kerjakan. Memang banyak anak kecil yang ingin meniru tingkah laku orang yang lebih dewasa. Bahkan banyak pula anak kecil yang mengidolakan dirinya dengan seseorang yang lebih tua. Yang paling saya sukai dari pengalaman itu adalah: kami berkesempatan saling belajar. Si anak dapat belajar dewasa dari saya, dan saya dapat belajar memberikan contoh yang baik kepadanya. Dengan demikian kami saling didewasakan melalui pengalaman itu. Rupanya Allah juga menghendaki begitu. Kehidupan rohani kita harus didewasakan dengan cara belajar Firman Allah, dan meneladani orang-oran...