Bagian 35 - Semen Di Halaman Rumah Kita - 130 Ilustrasi Rohani
B agian 35 - Semen Di Halaman Rumah Kita Semalaman hujan turun begitu lebat. Sampai-sampai udara menjadi sangat dingin. Akan tetapi, keesokan harinya, air hujan itu sudah tidak kelihatan; tidak seperti baru hujan. Hujan semalam seolah-olah seperti mimpi belaka, yang kemudian hilang gambarnya di keesokan harinya. Mengapa demikian? Karena hampir semua halaman rumah maupun jalan-jalan sudah banyak diplester semen. Tidak seperti dulu, banyak tanah yang dibiarkan terbuka. Akibat dari plesteran semen itu, air hujan yang berharga itu terbuang ke selokan. Lalu air itu mengalir ke sungai dan hilang. Tak banyak yang terserap ke dalam tanah. Permukaan tanah mengalami kekeringan. Permukaan tanah sudah menjadi keras karena plesteran semen itu. Jika hati kita sama kerasnya dengan tanah bersemen, tentu berkat-berkat Allahpun tak dapat tertampung. Itu sebabnya, Allah ingin agar kita menghancurkan plesteran semen yang menutupi permukaan hati kita. Dengan demikian, berkat-berkat Allah bisa ...