Posts

Bagian 45 - Gitar Sang Jutawan - 130 Konsep Rohani

Image
Bagian 45 - Gitar Sang Jutawan Setiawan Djodi, musikus dan usahawan yang sukses itu, konon mempunyai gitar akustik. Gitar yang dimainkan bersuara sangat indah. seperti dimainkan di dalam ruangan rekaman. Gitar itu harganya belasan juta rupiah. Padahal di daerah saya tinggal, harga gitar mungkin hanya seratus ribu rupiah. Gitar seharga itu sudah memiliki kualitas suara yang lumayan. Jadi tak terbayangkan, betapa indah suara gitar yang harganya jutaan rupiah itu. Gitar itu dimiliki bukan karena Mas Djodi seorang jutawan. Gitar itu dimiliki karena ia ingin, dengan gitarnya itu ia dapat memperoleh nilai keindahan suara yang paling prima. Demikian juga dengan manusia ciptaan Tuhan. Manusia diciptakan dengan kualitas yang prima. Tuhan bermaksud agar dari manusia, Ia bisa memperoleh alat yang terbaik untuk memuliakan nama-Nya. Alat yang dapat memproduksi puji-pujian yang paling indah. Oleh sebab itu, kita perlu memberikan harga pada diri kita. Harga yang paling tinggi karena kita ...

Bagian 44 - Balada Sebuah Pohon Tumbang - 130 Ilustrasi Rohani

Image
Bagian 44 - Balada Sebuah Pohon Tumbang Suatu hari, seorang kawan yang tinggal di luar kota, terpaksa harus menunda kepulangannya karena hujan turun dengan lebatnya. Setelah huna reda, ia baru dapat berangkat. Akan tetapi di tengah jalan, perjalanannya terhambat : ada sebatang pohon tumbang dan mengganggu lalu lintas. Usut punya usut ternyata pohon itu tidak memiliki akar yang dalam Ia ditanam secara stek. Jika suatu pohon ditanam di tanah yang dangkal, pohon itu akan mudah roboh. Akar pohon itu tidak berdaya tahan kuat terhadap terpaan angin. Padahal akar sebatang pohon diukur dari ketinggiannya. Maksudnya, berapa tinggi pohon itu, sedalam itu pulalah akarnya. Misalnya: Jika suatu pohon satu meter tingginya, maka akar yang masuk ke dalam tanah pun satu meter. Tetapi pohon yang ditanam secara stek, tidak demikian. Di tengah kemacetan lalu lintas itu, ia mengintropeksi: "Apa yang sudah kutanam sampai seusia ini" Di zaman yang makin kuat arus anginnya, dapatkah aku ...

Bagian 43 - Remah-Remah Makanan - 130 Ilustrasi Rohani

Image
Bagian 43 - Remah-Remah Makanan Suatu hari Minggu, seorang anak kecil meninggalkan remah-remah makanannya begitu saja di sisi pintu gereja. Tidak lama kemudian datanglah beberapa semut kecil. Semut- Semut itu segera menarik temali - temali makanan tadi dengan susah payah. Mereka akan membawanya ke dalam liang.  Melihat kejadian ini, si anak yang pemilik remah-remah itu hanya memperhatikan sebentar. Lalu ia pergi begitu saja. Ia tidak merasa sayang dengan sisa makanannya. Ia merasa bahwa remah-remah itu tidaklah berharga lagi baginya. Apalagi ia masih punya makanan lain yang lebih enak dan lebih banyak jumlahnya. Akan tetapi, bagi si semut remah-remah makanan itu sangat berharga. Remah - remah itu merupakan rezeki besar. Semut - semut itu sangat senang memperoleh rezeki tersebut. Manusia pun hendaknya seperti semut merasa senang menerima berkat dari Tuhan. Apapun bentuknya dan juga berapa pun jumlahnya. Berkat- berkat yang dari Tuhan tentu sangat bermafaat bagi kita. Ten...

Bagian 42 - Tumbuh Pada Musim Kemarau - 130 Ilustrasi Rohani

Image
Bagian 42 - Tumbuh Pada Musim Kemarau Pada musim kemarau, ternyata masih dapat kita temukan tanam-tanaman yang mampu menumbuhkan tunas-tunas baru. Bahkan kemudian muncul pupus daun yang kelihatan segar. Padahal pada musim kemarau seperti itu banyak tanaman lain yang menjadi kering. Bahkan ada pula tanaman yang sampai mati. Daya apakah yang membuatnya bertahan di tengah kesukaran seperti itu ? Ternyata tanaman-tanaman seperti itu sudah sangat berpengalaman menghadapi berbagai keadaan cuaca. Baik musim kemarau yang panjang maupun musim hujan yang disertai angin kencang. Namun akar tanaman itu dapat tetap berkembang sedemikian dalam. Ilustrasi itu sangat indah diterapkan pada orang-orang Kristen. Orang-orang Kristen diharapkan dapat berdiri tegak dalam berbagai cuaca kehidupan. Baik suka maupun duka. Bahkan diharapkan dapat bertunas pada saat musim kemarau panjang (mengalami banyaknya persoalan). Dalamnya akar iman percaya mereka mampu memberi kesegaran baru. Hal itu terjadi k...

Bagian 41 - Paku - 130 Ilustrasi Rohani

Image
Bagian 41 - Paku Paku merupakan ilustrasi yang baik untuk kehidupan kita. Paku, jika mendapat pukulan tidak menjadi lumpuh atau patah. Bahkan paku akan semakin menancap kuat, seperti akar pohon: semakin besar akar itu, semakin kuat ia mencengkeram tanah dan semakin dalam berada di tanah. Demikian juga hendaknya setiap orang Kristen. Janganlah kemudian patah semangat jika hidupnya menghadapi tantangan atau tekanan. Semakin ia menghadapi tekanan, seharusnya ia menjadi semakin kuat. Referensi Ayat Alkitab: "Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu, dan hendaklah hatimu melimpah dengan syukur." -   Kolose 2:7

Bagian 40 - Pasrah Pada Arus Laut - 130 Ilustrasi Rohani

Image
Bagian 40 - Pasrah Pada Arus Laut Media massa mengabarkan seseorang telah diselamatkan dari tengah laut setelah terkatung-katung tiga hari tiga malam. Ia bertahan hidup hanya pergantung pada sebilah papan yang dipeluknya erat-erat. Orang tersebut telah bertindak benar. Ia memilih bersikap diam, mengiuti arus laut yang akan menyeret tubuhnya. Ia pasrah pada arus laut itu. Mengapa ? Karena di tengah lautan yang sangat luas itu ia tidak dapat melihat daratan. Jadi, ia benar-benar tidak tahu, ke mana tujuannya. Arah angin pun tidak diketahuinya -- mana timur dan mana barat. Apalagi tempat dia berada. Jika ia memutuskan untuk berenang ke utara atau ke selatan, belum tentu sampai ke daratan. Bisa jadi malah menjauh dari daratan. Begitu juga jika memutuskan ke arah yang lain. Maka yang terbaik ialah berdiam diri, sambil berpegangan erat-erat pada sebilah papan. Pada saat kita bimbang atau terjepit, hendaknya kita pun memilih bersikap diam. Diam dan bergantung pada satu pegangan, ...

Bagian 39 - Kebiasaan Anak-Anak -130 Ilustrasi Rohani

Image
Bagian 39 - Kebiasaan Anak-Anak Cobalah Anda meluangkan waktu untuk berjalan-jalan di sore hari sekedar menikmati keindahan alam. Tentu ada saja yang bisa diperhatikan. Anda mungkin memperhatikan anak-anak yang rumahnya di sekitar tanah lapang. Kemungkinan besar anak-anak itu bisa bermain sepakbola. Anda mungkin juga melihat anak-anak yang rumahnya di tepi pantai atau sungai besar. Kemungkinan besar, mereka pun pandai berenang. Sampai mereka dewasa, mungkin mereka masih menguasai keahlian yang diperoleh sejak kecil. Bahkan mungkin keahliannya itu akan semakin berkembang. Jelaslah bahwa kemampuan pada masa kanak-kanak bisa mempengaruhi kehidupan di masa dewasa. Demikian juga dengan sikap penyerahan dan pengucapan syukur kepada Tuhan. Jika hal itu diajarkan sejak masih kanak-kanak, pada masa dewasa kemungkinan besar akan menjadi orang yang terpuji di mata Tuhan. Ia akan membuahkan ketabahan saat ia ditimpa kemalangan. Akan tetapi, jika pada masa kanak-kanak Anda tida...