Perbedaan Filsafat dan Metafisika Pada Buku Seni Berkotbah dan Public Speaking


Perbedaan Filsafat dan Metafisika Pada Buku Seni Berkotbah dan Public Speaking
Apabila kita berbicara tentang filsafat dan komunikasi,segera timbul pertanyaan yakni:Apa hubungan antara filsafat dan komunikasi?Apa pula hubungannya (dalam perbedaan) dengan metafisika?
Berikut adalah penjelasannya:
  • Filsafat
  • Istilah "Filsafat" berasal dari bahasa Yunani.Secara harfiah, filsafat berarti: cinta akan kebijaksanaan.Namun secara definitif, Filsafat adalah usaha akal budi manusia untuk mencari jawab, pandangan hidup dunia, yakni kebijaksanaan dan memuaskan pencarinya. Apabila kebijaksanaan dalam hal ini kita artikan : apa yang baik dalam bidang komunikasi, antara pembicara dan pendengar dimungkinkan memasuki kesalingpengertian dalam kaitannya dengan niatan baik.
    Dengan demikian,terjadi dialog interaksional atau dapat dikatakan komunikasi dua arah.Apabila dalam proses komunikasi terjadi rasa saling pengertian,terjadi pula saling pengaruh-memengaruhi dalam rangka mewujudkan masyarakat yang harmonis.

  • Metafisika
  • Istilah metafisika berasal dari awalan bahasa Yunani (meta,prepeposisi genetif) yang berarti dengan,di antara,serta,bersama-sama,di balik. Metafisika berarti di luar atau di balik hal-hal yang fisik atau jasmani atau hal-hal yang abstrak atau adi kodrati.Menurut metafisika,kebenaran merupakan inti atau esensi dari segalanya sehingga dapat dikatakan bahwa Ilmu Metafisika adalah ilmu tentang esensi.Esensi kebenaran menurut Aristotels adalah: logika yang berdasarkan tiga hukum,antara lain:

    1. Principium identatis
    2. Misalnya: A=A (thesa yang harus diusahakan atau dipertahankan demi kebenaran thesis).

    3. Principium contradictionis
    4. Misalnya: A bukan ... = bukan A (pertentangan yang harus dihindari dalam mencari kebenaran).

    5. Principium exclusi tertii
    6. A=A, atau A # A, tidak mungkin A=A dan sekaligus A # A.

    Jadi, metafisika memandang kebenaran dengan mengandalkan logika manusia belaka dan berbeda dengan kebenaran dalam iman.Kebenaran dalam iman bersumber dari Tuhan dan bukan manusia.

Comments

Popular posts from this blog

Bagian 39 - Kebiasaan Anak-Anak -130 Ilustrasi Rohani

Bagian 12 - Tumbuhan Seusai Hujan - 130 Ilustrasi Rohani

Bagian 25 - Anak Yang Manis - 130 Ilustrasi Rohani