Bagian 34 - Belajar Mengendarai Naluri - 130 Ilustrasi Rohani
Bagian 34 - Belajar Mengendarai Naluri
Berkendaraan pada dasarnya upaya menikmati naluri. Betapa tidak! Pada awal budaya berkendaraan, kita dikenalkan dengan sepeda. Bersepeda sangat memerlukan keseimbangan antara gerak kaki, gerak tangan, mata dan pikiran. Kaki bergerak untuk mengayuh. Tangan bergerak untuk menenukan arah. Mata bertugas untuk mengawasi. Sedangkan pikiran bertugas untuk memberikan perintah kepada kaki, tangan, atau mata.
Setelah fase itu terlewati, orang dikenalkan pada kendaraan sepeda motor. Keterampilan dalam keseimbangan diiperoleh dengan pengendalian kecepatan. Pada dasarnya, sepeda motor dan sepeda kayuh hanya berbeda dalam pengendalian kecepatan. Jelaslah bahwa kecepatan berkendaraan lebih banyak ditentukan oleh naluri di dalam batin seseorang, Demikian juga jika seseorang mengendarai mobil atau jenis kendaraan lainnya,
Naluri akan benar-benar dirasakan jika sedang mengendarai kendaraan. Jika perasaan seseorang dalam keadaan tenang, maka ia akan mengendarai dengan baik. Tetapi jika perasaannya tidak tenang, tentu ia tidak akan mengendarai dengan baik,
Ilustrasi ini menggambarkan keadaan dan cara hidup seseorang. Jika Allah ada di dalam kehidupan seseorang, tentu sikap dan tutur katanya baik dan menyenangkan banyak orang.
Referensi Ayat Alkitab:
"Berusahalah sungguh-sungguh supaya kalian tetap percaya kepada Kristus dan percayamu itu ditunjang oleh hidup yang baik. Di samping hidup yang baik, kalian perlu menjadi orang yang berpengetahuan, dan di samping pengetahuan, kalian harus juga bisa menguasai diri." - 2 Petrus 1:5-6

Comments
Post a Comment